KEAJAIBAN KAWAH IJEN
Assalamu'alaikum
Salam Lestari !!!
Di awali dengan doa di pagi hari, untuk memulai
aktifitas yang kita senangi. Allah mengiringi setiap langkah, bagi para Musafir
di kota orang. Pagi ini, saya melanjutkan perjalanan saya, dimulai dari kota Situbondo.
1 lokasi lagi yang
sudah saya coret di dalam Bucket list saya, yang sebelumnya di Taman Nasional Baluran,
bagi teman-teman yang belum baca ceritanya, bisa kunjungi “TRAVELLING IN AFRICAVAN JAVA”. Kali ini, saya melanjutkan
perjalanan menuju Kawah Ijen Banyuwangi, sesuai Bucked list saya. Sudah sekian
lama akhirnya kesampaian juga pergi kesana.
*(kawah ijen)
*(kawah ijen)
Pagi itu saya memutuskan bergegas Packing dan berangkat,
dimulai dari rumah kerabat sepupu saya, kami meninggalkan rumah menggunakan
Sepeda Motor, perjalanan kali ini tetap di temani sepupu saya, Anggi dan Dava.
Jarak tempuh dari Situbondo menuju Kawah Ijen Banyuwangi
tidak terlalu jauh, hanya 2 jam untuk bisa sampai ke kawah ijen menggunakan
Sepeda Motor seperti saya.
Tapi buat teman-teman yang ingin liburan ke Kawah Ijen,
dari bandara Surabaya-Kawah Ijen menggunakan Transportasi Umum, berikut rute
dan rincian harga :
- Dari Bandara Juanda, kita bisa mengambil bus Damri jurusan Bungurasih, turun di terminal Bungurasih. Tiket bus Rp.25.000 jarak tempuh dari bandara ke terminal Bungurasih yaitu sekitar 40 menit.
- Setelah sampai terminal Bungurasih, kita langsung mengambil bus jurusan Surabaya-Bondowoso, turun di terminal Bondowoso.
- Dari Bondowoso naik mini bus elf Bondowoso-Sempol.
- Dari Sempol, naik Ojek ke Paltuding.
- Kemudian dari Paltuding, kita bisa langsung hiking menuju Kawah Ijen
Mereka sangat ramah, apalagi mengetahui saya berasal
dari Kalimantan, membuat mereka semankin penasaran dengan Kalimantan, yah
banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada saya, mengenai
Kalimantan Timur, sayapun menjawab semua pertanyaan mereka dengan senang hati.
Pendakian Gunung Ijen hanya bisa dimulai dari malam
hari, tujuannya agar para wisatawan bisa menyaksikan keajaiban Blue Fire di Kawah
Ijen.
Hujanpun semakin deras menemani malam kami, kemudian
saya berinisiatif membuat Kopi panas
menggunakan Kompor yang saya bawa, untuk menghangatkan badan dan suasana hehe,
karena saat itu cuaca sangat dingin.
Takjelang beberapa waktu, hujanpun berheti. Saya
langsung mendirikan tenda doom sembari menunggu malam tiba.
*(Saat membuat api unggun)
Banyak sekali yang kami bahas di dekat api unggun
yang menghangati tubuh, kita saling berbagi pengalaman. Sembari bercerita saya
memasak nasi dan mie instan yang kami bawa, kebetulan sekali mereka juga
membawa bekal makanan yang cukup banyak.
Setelah perut terisi kenyang, kami wajib istirahat
terlebih dahulu untuk mengumpulkan tenaga, agar kondisi badan fit saat
pendakian jam 1 malam nanti.
Alarm kami berbunyi kencang di dalam tenda,
menandakan waktu pendakian sudah tiba, jam menunjukkan tepat pukul 1.00 WIB. Kamipun
bergegas mempersiapkan semua keperluan selama pendakian, seperti P3K, Obat-obatan
pribadi, serta masker yang wajib dibawa para pendaki Gunung Ijen.
Kamipun bergegas mengisi antrian di gerbang
pendakian Ijen bersama pendaki-pendaki lainnya, baik turis lokal maupun
mancanegara. Untuk membeli tiket dan mengisi data pribadi, harga tiket Rp.10.000/orang.
Gunung Ijen memiliki ketinggian -+2443 MDPL, dan
posisi Kawah Ijen berada pada ketinggian 2368 MDPL. Pendakian kali ini
sangat-sangat menguras tenaga, dengan kondisi yang sangat dingin ada hal lain
yang mengganggu pendakian kami, yaitu asap belerang yang sangat menyengat ke
dalam hidung, membuat kita susah bernafas, masker yang kami bawa sangat
bermanfaat bada saat itu.
KAWAH IJEN DAN BLUE FIRE
Ketika sampai di puncak, para Wisatawan akan disuguhkan
dengan keindahan Kawah Ijen. Kawah Ijen adalah salah satu kawah paling asam
terbesar didunia, dengan kedalaman 200 Meter, kawah ini memiliki tingkat
keasaman sangat tinggi, yaitu mendekati nol, bahkan bisa melarutkan tubuh
manusia dengan cepat.
Disamping itu, kita juga bisa melihat keindahan Blue
Fire atau biasa dikenal denga Api Biru Abadi. Keindahan Blue Fire, sebenarnya
dihasilkan dari reaksi gas bumi bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu, dan
kita ketahui penampakan ini hanya terjadi di dua tempat di dunia, Kawah Ijen
dan juga Islandia.
Tetapi untuk bisa melihat Blue Fire dari jarak dekat,
kita harus menuruni lereng yang sangat curam, dengan bebatuan yang tajam. Sangat
menguras tenaga karena semakin turun kebawah, asap belerang juga semangkin
menyengat, sehingga sangat susah untuk bernafas.
*(Blue Fire)
Takterasa waktu malam berganti pagi dengan
cepat, perlahan api biru yang terlihat indah mulai tak terlihat lagi, ditutupi
oleh terangnya cahaya matahari. Cuaca yang semakin panas, memutuskan kami untuk
bergegas meninggalkan tempat.
*(kawah ijen dari atas puncak)
*(foto bersama anak lokal bondowoso)
Hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk menuruni Gunung
Ijen, bisa dibilang itu waktu yang sangat cepat, dibandingkan saat kita mendaki
ke atas, karena kami menuruni gunung dengan cara berlari. Sebenarnya itu adalah
hal yang sangat berbahaya, tapi karena semangat yang masih menyelimuti kami,
membuat kita tak banyak berpikir panjang untuk terus berlari hehehe (jangan ditiru yah)
Sesampainya di Besecam perkemahan, ternyata salah
satu rekan kami yang turun deluan semalam, karena kondisi fisik yang kurang
baik, sudah menyiapkan makanan buat kami. Sehingga kami langsung menyantap
makanan tersebut dengan lahap, asik banget nih wkwkw
Perjalanan kami tidak berhenti sampai disitu,
teman-teman dari Bondowoso mengajak kami mengelilingi tempat wisata lain yang
tidak jauh dari lokasi Kawah Ijen. Lokasi yang kami datangi selanjutnya adalah
Air Terjun Kali Pait yang berada tepat dibawah kaki Gunung Ijen. Kurang lebih 1 jam 10 menit, untuk bisa sampai di Air Terjun Kali Pait, dari pintu masuk Kawah Ijen.
AIR
TERJUN KALI PAIT
Air Terjun Kali Pait itu sendiri, berasal dari
rembesan danau belerang Kawah Ijen. Dinamakan Air Terjun Kali Pait atau kali
pahit, karena airnya mengandung kadar belerang yang sangat tinggi, dan rasa
dari air tersebut tidak hambar melainkan pahit dengan warna kehijauan seperti
lumut.
Pengunjung Air Terjun Kali Pait dilarang untuk
berenang di kawasan tersebut, karena dampak dari air belerang sangat berbahaya
buat kesehatan dan tubuh manusia. Harga tiket air terjun kali pait cuman
Rp.10.000/orang.
Selain air terjun kali pait, kita juga bisa
mengunjungi tempat wisata lainnya, tijak jauh dari air terjun kali pait. Yaitu
lokasi Kawah Wurung, yang terkenal dengan Padang Savananya yang sangat indah, kira-kira sekitar 20 menit untuk bisa
sampai ditempat tersebut.
Banyak sekali pengalaman yang kami dapat pada
liburan kali ini, setelah puas berkeliling, kamipun berpisah di kota Bondowoso
untuk balik ke tempat kita masing-masing, tak lupa saya membeli oleh-oleh tape
khas Bondowoso yang sangat terkenal enaknya.
Trimakasih sahabat, pengalaman berharga yang sudah
kalian bagi kepada kita, tidak akan pernah kami lupakan sampaikapanpun.
Kamipun kembali ke probolinggo dengan sejuta
pengalaman luarbiasa, setiap seseorang pasti punya cerita mereka masing-masing.
Dan ini adalah cerita saya selama di Jawa Timur.
Dari surabaya, Pesawat yang saya tumpangi
meninggalkan Jawa Timur, dengan kenangan indah yang saya bawa balik ke
Kalimantan Timur.
Terimakasih sudah membaca Blog perjalanan saya. Nantikan
kelanjutan ceritanya, di Destinasi-Destinasi selanjutnya, tetap lestarikan alam
Indonesia ini yah. Agar, anak cucu kita dapat menikmati keindahan Alam
ini..salam lestarii !!!
Jangan lupa Share, Komen, dan Subscribe juga Blog
saya yaaa :*
Assalamualaikum..
Baca juga cerita di bawah :


Comments
Post a Comment